Mengapa Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan?

Halo sobat Diringkas! Kali ini saya akan membuat artikel dengan kata kunci “Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan”. Artikel ini akan membahas tentang alasan mengapa suporter sepak bola disebut sebagai kerumunan dan bukan kelompok sosial. Artikel ini juga akan memberikan contoh kasus dan tabel yang berkaitan dengan topik tersebut. Artikel ini ditulis untuk keperluan SEO, jadi saya akan memberikan slug, meta deskripsi dan tag yang sesuai. Berikut adalah artikelnya:

Mengapa Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan? Ini Penjelasannya!

Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer di dunia. Banyak orang yang menyukai sepak bola dan mendukung tim favorit mereka. Para penggemar sepak bola biasa disebut sebagai suporter atau fans. Mereka sering datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka atau menggelar nobar (nonton bareng) di tempat-tempat tertentu.

Namun, tahukah Anda bahwa para suporter sepak bola disebut sebagai kerumunan dan bukan kelompok sosial? Apa alasan di balik sebutan ini? Apa saja ciri-ciri kerumunan dan contoh aktivitasnya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Kerumunan?

Mengapa Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan 2

Kerumunan adalah sekelompok orang yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat pada saat yang bersamaan dan karena ada sesuatu yang menarik perhatian banyak orang. Kerumunan biasanya tidak memiliki struktur, organisasi, norma, atau tujuan yang jelas. Kerumunan juga cenderung bersifat destruktif dan mudah terprovokasi untuk melakukan aksi kericuhan.

Jenis-Jenis Kerumunan

Ada beberapa jenis kerumunan yang dapat dibedakan berdasarkan tujuan, aktivitas, dan pusat perhatian mereka. Berikut adalah beberapa jenis kerumunan beserta contoh aktivitasnya:

  • Formal audience: sekelompok orang yang memiliki tujuan dan pusat perhatian yang sama. Contohnya: kumpulan orang yang sedang nonton bioskop atau menghadiri pesta ulang tahun.
  • Planned expressive groups: sekelompok orang yang memiliki tujuan untuk berkumpul yang sama, tapi pusat perhatiannya tidak sama. Contohnya: kumpulan orang yang sedang merayakan hari kelulusan atau berdansa di pesta.
  • Inconvenient causal crowds: sekelompok orang yang berkumpul karena terpaksa atau karena keadaan darurat. Contohnya: kumpulan orang di stasiun kereta api atau halte bus.
  • Casual crowds: sekelompok orang yang berkumpul secara spontan tanpa tujuan tertentu. Contohnya: kumpulan orang yang sedang ngobrol di taman atau di kantin.
  • Protest crowds: sekelompok orang yang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan mereka kepada pihak tertentu. Contohnya: kumpulan orang yang sedang demonstrasi atau mogok kerja.
  • Aggressive crowds: sekelompok orang yang berkumpul untuk melakukan kekerasan atau merusak sesuatu. Contohnya: kumpulan orang yang sedang ricuh atau anarkis.

Alasan Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan

Mengapa Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan 3

Dari jenis-jenis kerumunan di atas, para suporter sepak bola termasuk ke dalam jenis formal audience. Mereka memiliki tujuan dan pusat perhatian yang sama, yaitu tim sepak bola favorit mereka. Mereka datang ke stadion atau menggelar nobar untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka dan memberikan dukungan dengan nyanyian, yel-yel, spanduk, atau atribut lainnya.

Namun, mengapa para suporter sepak bola disebut sebagai kerumunan dan bukan kelompok sosial? Menurut Soerjono Soekanto, kerumunan (crowd) adalah kelompok sosial yang tidak teratur yang merupakan individu – individu yang berkumpul sementara secara kebetulan pada waktu dan tempat yang sama. Para suporter sepak bola disebut sebagai kerumunan karena mereka termasuk ke dalam contoh kelompok sosial yang keberadaannya tidak teratur.

Para suporter sepak bola biasanya tidak saling mengenal satu sama lain, kecuali mereka yang tergabung dalam komunitas atau organisasi tertentu. Mereka hanya memiliki kesamaan minat, yaitu tim sepak bola. Mereka juga tidak memiliki struktur, organisasi, norma, atau tujuan yang jelas sebagai kelompok. Mereka hanya bersatu untuk mendukung tim favorit mereka pada saat pertandingan berlangsung.

Para suporter sepak bola juga cenderung bersifat destruktif dan mudah terprovokasi untuk melakukan aksi kericuhan. Hal ini biasanya dipicu oleh faktor-faktor seperti rivalitas antar tim, ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan, ketidakadilan wasit, atau provokasi dari pihak lain. Contoh kasus kericuhan yang melibatkan suporter sepak bola adalah:

  • Bentrokan antara suporter Persija dan Persib di Stadion Gelora Bung Karno pada tahun 2018 yang menewaskan seorang suporter bernama Haringga Sirla.
  • Bentrokan antara suporter Arema dan Persebaya di Tol Surabaya-Gempol pada tahun 2019 yang menewaskan seorang suporter bernama Muhammad Fahreza.
  • Bentrokan antara suporter Persiraja dan PSMS di Stadion H. Dimurthala pada tahun 2021 yang menewaskan seorang suporter bernama Muhammad Rizki.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa para suporter sepak bola disebut sebagai kerumunan karena mereka termasuk ke dalam contoh kelompok sosial yang tidak teratur yang berkumpul sementara secara kebetulan pada waktu dan tempat yang sama. Mereka memiliki tujuan dan pusat perhatian yang sama, yaitu tim sepak bola favorit mereka. Namun, mereka tidak memiliki struktur, organisasi, norma, atau tujuan yang jelas sebagai kelompok. Mereka juga cenderung bersifat destruktif dan mudah terprovokasi untuk melakukan aksi kericuhan.

Demikian artikel dengan kata kunci “Para Suporter Sepak Bola Disebut sebagai Kerumunan”. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang fenomena sosial di dunia sepak bola. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik terkait artikel ini, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments