Sejarah Kerajaan Majapahit Secara Detail dan Ringkas

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri di Indonesia pada abad ke-13 hingga abad ke-16. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di dunia pada masa itu. Majapahit pernah menjadi pusat kebudayaan, perdagangan, dan politik yang sangat penting di Asia Tenggara.

Asal Usul Nama Majapahit

Majapahit berasal dari kata “maja” yang berarti hewan rusa dan “pahit” yang berarti pahit. Menurut legenda, nama Majapahit berasal dari legenda seorang pemuda bernama Tapa Agung. Tapa Agung memiliki seekor rusa peliharaan yang dijuluki “Maja”. Suatu hari, Maja melarikan diri dari kandangnya dan ditemukan Tapa Agung di sebuah hutan yang penuh dengan buah-buahan yang pahit. Oleh karena itu, Tapa Agung menamakan tempat tersebut dengan nama “Majapahit” yang artinya tempat dimana rusa bernama Maja menemukan buah-buahan yang pahit.

Pendiri Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 Masehi. Raden Wijaya adalah seorang bangsawan dari kerajaan Singhasari yang mengkhianati raja terakhir kerajaan Singhasari, Kertanegara. Raden Wijaya kemudian meminta bantuan dari pasukan Mongol yang dipimpin oleh Kubilai Khan untuk mengalahkan raja Singhasari. Setelah raja Singhasari tewas, Raden Wijaya memproklamirkan diri sebagai raja dan mendirikan Kerajaan Majapahit.

Puncak Kekuasaan Kerajaan Majapahit

peta majapahit, sumber foto Majapahit – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Puncak kejayaan Kerajaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Hayam Wuruk naik tahta pada tahun 1350 Masehi dan memerintah selama 38 tahun. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan wilayah kekuasaan yang meliputi sebagian besar wilayah Indonesia, semenanjung Malaya, dan pulau-pulau di sekitarnya.

Kejayaan Kerajaan Majapahit terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang masih ada hingga saat ini, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan berbagai bangunan megah lainnya. Selain itu, Kerajaan Majapahit juga memiliki sistem pemerintahan yang canggih dengan adanya sistem hierarki yang ketat.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Girindrawardhana yang berlangsung pada abad ke-15. Pada masa itu, kerajaan Majapahit mulai melemah akibat perang saudara yang terjadi di dalam kerajaan.
Selain itu, serangan dari bangsa Portugis dan kekuasaan wilayah Kesultanan Demak yang semakin berkembang juga menjadi faktor penurunan kekuasaan Majapahit. Pada akhirnya, Majapahit pun akhirnya runtuh dan mengakhiri masa kejayaannya sebagai kerajaan besar di Nusantara.

Namun, meskipun kekuasaan Majapahit telah berakhir, warisan budaya dan peradaban mereka tetap hidup hingga saat ini. Banyak peninggalan arkeologi dari Kerajaan Majapahit yang masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran. Selain itu, beberapa tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa juga masih dipengaruhi oleh budaya Majapahit, seperti upacara Grebeg Maulud yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Penutup

Secara keseluruhan, Kerajaan Majapahit adalah sebuah keajaiban dalam sejarah Nusantara. Kekuasaannya yang besar dan jaya berhasil menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan internasional dan pusat kebudayaan yang berkembang pesat pada masa itu. Meskipun telah berakhir, kejayaan dan warisan budaya yang ditinggalkan oleh Kerajaan Majapahit tetap menjadi inspirasi dan sumber pengetahuan yang penting bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini.

Langganan
Beritahu dari
guest
0 Comments
Umpan Balik Sebaris
Lihat semua komentar