Apakah Budaya Gotong Royong Menjadi Semakin Luntur?

Halo sobat Diringkas! Kali ini kita akan membahas tentang budaya gotong royong yang merupakan salah satu warisan budaya tak benda. Apakah kamu masih ingat apa itu gotong royong? Apakah kamu masih sering melakukannya di lingkunganmu? Ataukah kamu merasa budaya gotong royong sudah semakin luntur di tengah era globalisasi ini?

Budaya Gotong Royong, Apakah Sudah Luntur?

Pengertian Gotong Royong

Apakah Budaya Gotong Royong Menjadi Semakin Luntur 2

Gotong royong adalah tradisi kerja sama kelompok masyarakat untuk mencapai hasil positif tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi salah satu individu atau kelompok saja, melainkan untuk kebahagiaan bersama. Tradisi ini sudah dikenal dan menjadi karakter sosial sejak zaman dahulu. Gotong royong merupakan suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan masyarakat sebagai petani pada masyarakat agraris. Tujuan gotong royong adalah mempererat tali persaudaraan dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Contoh Gotong Royong

Setiap daerah memiliki caranya masing-masing dalam melaksanakan gotong royong. Berikut adalah beberapa contoh tradisi gotong royong yang unik :

  • Tradisi Rambu Solo’ di Toraja, Sumatera Utara. Ini adalah tradisi upacara pemakaman orang meninggal yang melibatkan banyak orang dalam proses upacaranya. Saat upacara, pertunjukan kesenian pun turut dipamerkan sebagai hiburan sekaligus penghormatan terakhir untuk orang yang meninggal.
  • Tradisi Morakka’bola di Bugis Barru, Sulawesi Selatan. Ini adalah tradisi gotong royong di mana saling membantu memindahkan isi rumah ke tempat lain. Biasanya, tradisi ini melibatkan puluhan hingga ratusan warga. Sehingga semua warga yang ikut akan turun andil dalam membantu proses pemindahan rumah.
  • Tradisi Marslalapari di Mandailing, Sumatera Utara. Ini adalah tradisi gotong royong dalam bidang pertanian. Masyarakat Mandailing akan saling membantu menggarap sawah milik tetangga atau kerabatnya secara bergantian tanpa mengharapkan imbalan apapun.
  • Tradisi Sinoman di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini adalah tradisi gotong royong dalam bidang pendidikan. Masyarakat akan saling berbagi ilmu dan pengetahuan dengan cara mengadakan pengajian atau diskusi bersama di rumah-rumah warga secara bergiliran.
  • Tradisi Nganggung di Kalimantan Barat. Ini adalah tradisi gotong royong dalam bidang kuliner. Masyarakat akan saling berbagi makanan dengan cara membawa masakan khas daerahnya ke acara-acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, atau syukuran.

Manfaat Gotong Royong

Apakah Budaya Gotong Royong Menjadi Semakin Luntur 3

Gotong royong memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, baik secara materi maupun non-materi. Berikut adalah beberapa manfaat gotong royong:

Manfaat MateriManfaat Non-Materi
Menghemat biayaMeningkatkan rasa persaudaraan
Mempercepat pekerjaanMeningkatkan rasa solidaritas
Meningkatkan kualitas hasilMeningkatkan rasa tanggung jawab
Menambah pengalaman dan keterampilanMeningkatkan rasa percaya diri

Tujuan Gotong Royong

Gotong royong memiliki tujuan yang mulia bagi masyarakat, yaitu untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan berdaya. Dengan gotong royong, masyarakat dapat bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dengan cara musyawarah dan mufakat.

Nilai Gotong Royong

Gotong royong memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain:

  • Nilai kemanusiaan, yaitu menghargai dan menghormati sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan.
  • Nilai kebersamaan, yaitu bersikap saling tolong-menolong dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
  • Nilai kesukarelaan, yaitu bersedia memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih.
  • Nilai keadilan, yaitu memberikan hak dan kewajiban secara seimbang dan proporsional kepada setiap anggota masyarakat.
  • Nilai keseimbangan, yaitu menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif.

Apakah Budaya Gotong Royong Sudah Luntur?

Budaya gotong royong saat ini menghadapi tantangan besar dari era globalisasi yang membawa perubahan-perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Globalisasi juga mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat yang cenderung lebih individualistis, materialistis, pragmatis, dan konsumtif. Hal ini dapat mengancam eksistensi budaya gotong royong yang berlandaskan pada nilai-nilai kolektivisme, spiritualisme, idealisme, dan produktivisme.

Namun demikian, budaya gotong royong belum sepenuhnya luntur. Masih banyak masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi gotong royong di daerah-daerahnya. Kita dapat melihat banyak contoh gotong royong yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk saling membantu dan melindungi sesama. Misalnya, dengan memberikan bantuan sosial, menyediakan fasilitas kesehatan, menggalang donasi, dan sebagainya.

Kesimpulan

Budaya gotong royong adalah warisan budaya tak benda yang sangat berharga. Gotong royong memiliki pengertian, contoh, manfaat, tujuan, dan nilai yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Meskipun budaya gotong royong mengalami tekanan dari era globalisasi, namun kita tidak boleh menyerah untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya ini. Dengan gotong royong, kita dapat bersama-sama membangun Kebersamaan yang lebih baik.

Demikian artikel tentang budaya gotong royong. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan terkait artikel ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments