Satelit SATRIA-1, Teknologi Canggih yang Membawa Internet ke Seluruh Indonesia

Halo sobat Diringkas! Apakah kalian sudah tahu tentang satelit SATRIA-1 yang telah diluncurkan pada 19 Juni 2023? Satelit ini merupakan satelit multifungsi berteknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) yang menggunakan frekuensi Ka-Band. Satelit ini dibangun oleh PT Satelit Nusantara 3 dan Thales Alenia Space di Cannes, Perancis. Satelit ini memiliki kapasitas 150 Gbps, yang merupakan enam kali lipat lebih besar dari yang pernah dimiliki oleh Indonesia sebelumnya.

Satelit SATRIA-1 memiliki misi penting untuk mempercepat penyediaan layanan internet di desa-desa yang tidak terjangkau oleh teknologi fiber optik dalam 10 tahun ke depan. Layanan internet tersebut akan tersedia di fasilitas kantor pemerintahan, dengan prioritas utama pada sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintah daerah, serta TNI dan Polri.

Mengapa SATRIA-1 Penting bagi Indonesia?

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan 270 juta penduduk. Menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia adalah tantangan yang tidak mudah. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada tahun 2020 hanya ada sekitar 50% desa yang terhubung dengan internet.

Internet adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19 yang memaksa banyak kegiatan beralih secara daring. Internet dapat membantu masyarakat mengakses informasi, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hiburan, dan peluang ekonomi.

Satelit SATRIA-1 diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. Dengan kapasitas besar dan cakupan luas, satelit ini dapat menyediakan sinyal internet di 150 ribu titik layanan publik yang sulit dijangkau kabel optik. Jumlah tempat yang tersambung dengan internet lewat satelit tersebut adalah:

SektorJumlah Titik Layanan
Pendidikan93.900
Pemerintahan Daerah47.900
Kesehatan3.700
TNI dan Polri3.900

Bagaimana Proses Peluncuran SATRIA-1?

Satelit SATRIA-1 akan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS), dengan menggunakan roket milik SpaceX, Falcon 9. Roket ini merupakan roket yang dapat digunakan berulang kali dan telah berhasil membawa banyak misi luar angkasa, termasuk mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Proses peluncuran satelit SATRIA-1 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Kominfo pada tanggal 19 Juni 2023. Setelah diluncurkan, satelit ini akan berada di orbit geostasioner pada posisi 146 derajat Bujur Timur. Orbit geostasioner adalah orbit yang membuat satelit tetap berada di atas titik tertentu di permukaan bumi.

Satelit SATRIA-1 akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2023 setelah melalui tahap uji coba dan penyesuaian. Satelit ini direncanakan akan beroperasi selama 15 tahun hingga tahun 2038.

Apa Saja Keunggulan SATRIA-1?

Satelit SATRIA-1 memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya berbeda dari satelit-satelit lain yang dimiliki oleh Indonesia. Berikut adalah beberapa keunggulan tersebut:

  • Satelit SATRIA-1 menggunakan teknologi canggih terkini. Satelit ini dibangun dengan tiga antena reflektor dan 116 spot beams guna dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dibuat dengan teknologi pemrosesan digital terbaru yaitu prosesor transparan digital.
  • Satelit SATRIA-1 memiliki kapasitas terbesar di Asia. Dengan kapasitas 150 Gbps, satelit ini dapat menghadirkan layanan internet dengan kecepatan tinggi dan kualitas tinggi. Satelit ini juga dapat menghemat biaya operasional karena tidak memerlukan banyak perangkat tambahan di darat.
  • Satelit SATRIA-1 memiliki bobot ringan dan tinggi. Satelit ini memiliki bobot 4,6 ton dengan tinggi 6,5 meter. Bobot ringan dan tinggi ini membuat satelit ini lebih mudah diluncurkan dan lebih stabil di orbit.

Kesimpulan

Satelit SATRIA-1 adalah satelit multifungsi berteknologi VHTS yang menggunakan frekuensi Ka-Band. Satelit ini memiliki kapasitas 150 Gbps, yang merupakan enam kali lipat lebih besar dari yang pernah dimiliki oleh Indonesia sebelumnya. Satelit ini telah diluncurkan pada 19 Juni 2023 dari Florida, AS, dengan menggunakan roket SpaceX, Falcon 9. Satelit ini akan beroperasi pada akhir tahun 2023 dan melayani sinyal internet di 150 ribu titik layanan publik yang sulit dijangkau kabel optik.

Demikian artikel tentang satelit SATRIA-1 yang kami sajikan untuk sobat Diringkas. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian tentang teknologi satelit di Indonesia. Jika kalian memiliki pertanyaan atau feedback mengenai artikel ini, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments