Macam-Macam Majas, Mulai dari Pengertian, Jenis, dan 10 Masing-Masing Contohnya

Majas adalah bentuk bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan makna secara tidak langsung. Dalam sastra, majas digunakan untuk memberikan keindahan pada karya sastra, sehingga dapat menimbulkan efek estetis bagi pembaca atau pendengar. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, jenis, dan contoh dari macam-macam majas.

Pengertian Majas

Majas adalah bentuk bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna secara tidak langsung. Majas dapat digunakan dalam berbagai bentuk bahasa seperti puisi, prosa, pidato, dan lagu. Tujuan penggunaan majas adalah untuk memberikan kesan estetis dan memberikan nuansa yang lebih dalam pada bahasa.

Jenis-Jenis Majas

Berikut adalah beberapa jenis majas yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia:

1. Majas Simile

Majas simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda namun memiliki kesamaan sifat atau ciri. Contoh: “Dia sehat seperti kuda”.

2. Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang menggambarkan sesuatu dengan sesuatu yang berbeda namun memiliki makna yang sama. Contoh: “Hidup ini seperti perjalanan”.

3. Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat manusia pada objek atau makhluk hidup lainnya. Contoh: “Angin berbisik di telingaku”.

4. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan suatu hal. Contoh: “Aku menangis sejadi-jadinya”.

5. Majas Elipsis

Majas elipsis adalah majas yang menghilangkan kata-kata yang seharusnya ada dalam kalimat. Contoh: “Tahun lalu aku beli sepatu, tahun ini juga”.

6. Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang menggambarkan suatu keadaan dengan cerita yang berbeda. Contoh: “Pertempuran antara dua kucing yang berlomba untuk menangkap tikus”.

7. Majas Metonimi

Majas metonimi adalah majas yang menggantikan kata dengan kata lain yang memiliki hubungan erat. Contoh: “Aku suka membaca Shakespeare” (Shakespeare di sini digunakan sebagai pengganti karya-karya Shakespeare).

Contoh Majas dalam Karya Sastra

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan majas dalam karya sastra:

1. Majas Simile dalam Puisi

Contoh:

  1. “Dia bagaikan bunga yang layu di tengah gurun pasir”
  2. “Kulitnya putih seperti salju yang jatuh di malam hari”
  3. “Rinduku bagaikan ombak yang memecah di tepi pantai”
  4. “Wajahnya secerah mentari pagi yang baru terbit”
  5. “Tangisnya bagaikan derasnya hujan yang turun di malam hari”
  6. “Senyumnya bagaikan bunga yang mekar di kebun yang subur”
  7. “Hatinya dingin seperti es di puncak gunung”
  8. “Tubuhnya lentur seperti pohon bambu yang ditiup angin”
  9. “Tingkah lakunya bagaikan kupu-kupu yang terbang bebas di taman”
  10. “Cintanya bagaikan api yang membakar hangus segala sesuatu di sekitarnya”

2. Majas Metafora dalam Prosa

Contoh:

  1. “Bumi ini adalah pangkalan yang kita gunakan untuk menjelajah ke angkasa luar.”
  2. “Ia adalah serigala yang mengintai mangsa di hutan gelap kehidupan.”
  3. “Sikapnya yang keras dan dingin membuatnya seperti batu di tepi pantai yang terkena hempasan ombak.”
  4. “Pikirannya adalah peternakan ide-ide yang selalu menghasilkan gagasan-gagasan baru.”
  5. “Wanita itu adalah bunga mawar yang terukir indah di tengah taman kehidupan.”
  6. “Dia adalah pemimpin yang menjadi pilar kuat bagi perusahaan itu.”
  7. “Lingkungan yang kotor dan tidak sehat adalah sarang penyakit yang akan menyerang tubuh manusia.”
  8. “Cintaku padanya adalah sungai yang mengalir deras tak terbendung.”
  9. “Kegelapan itu seperti tabir hitam yang menutupi hati manusia.”
  10. “Senyumnya adalah sinar matahari yang menerangi hari-hari kelabu kita.”

3. Majas Personifikasi dalam Pidato

Contoh:

  1. “Keadilan adalah matahari yang menerangi dunia, memberi sinar harapan pada setiap orang.”
  2. “Pendidikan adalah ibu yang memberikan kehidupan pada setiap generasi.”
  3. “Korupsi adalah iblis yang menggerogoti negeri kita dan merusak tatanan sosial.”
  4. “Kemiskinan adalah musuh yang harus kita kalahkan bersama-sama.”
  5. “Perdamaian adalah bunga yang indah, yang hanya bisa tumbuh dengan air mata dan perjuangan.”
  6. “Kota-kota adalah manusia yang hidup, yang memiliki jiwa, karakter, dan peradaban.”
  7. “Kemajuan adalah kapal besar yang membawa kita ke masa depan yang cerah.”
  8. “Sosialisme adalah sistem yang memerdekakan manusia dari segala bentuk penindasan dan eksploitasi.”
  9. “Pemerintah adalah ibu yang melindungi anak-anaknya, memberikan rasa aman dan keadilan bagi rakyat.”
  10. “Kerja keras adalah banteng yang menggerakkan roda kehidupan, membawa kemakmuran bagi negara dan bangsa.”

4. Majas Hiperbola dalam Lagu

Contoh:

  1. “Aku tak sanggup lagi, hidup tanpamu, sungguh kau sungguhkan aku.” (Peterpan – Tanpa Batas Waktu)
  2. “Jutaan manusia yang menangis, ketika kau pergi meninggalkan dunia.” (Chrisye – Kisah Kasih di Sekolah)
  3. “Hancur hatiku melihat kau terluka, sakitnya ini tiada tara.” (Dewa 19 – Cinta ‘kan Membawamu Kembali)
  4. “Sampai kapanpun aku akan selalu setia, walau kau jauh, kau tetap dekat di hatiku.” (Repvblik – Aku Takut)
  5. “Kau bisa membuatku tersenyum dalam tangis, menghapus air mataku dengan senyummu yang manis.” (Kangen Band – Tentang Aku, Kau, dan Dia)
  6. “Aku bisa membuatmu terbang ke langit, mencapai bintang-bintang tinggi di atas sana.” (Raisa – Jatuh Hati)
  7. “Ku ingin jadi sepertimu, bisa jadi milikku.” (Tulus – Sepatu)
  8. “Kaulah satu-satunya yang mampu mengisi hatiku, cintaku padamu takkan pernah sirna.” (Gigi – 11 Januari)
  9. “Bintang-bintang di langit pun tak sejauh rinduku padamu.” (Rossa – Ayat-Ayat Cinta)
  10. “Tak ada yang lebih indah daripada dirimu, kau adalah bunga terakhir yang mekar di hatiku.” (Nidji – Hapus Aku)

5. Majas Elipsis dalam Pidato

Contoh:

  1. “Pertama kali melihatmu, kamu menghentikan waktu. Kedua kali, kamu membuatnya berjalan mundur. Dan sekarang, kamu membuatku kehilangan nafas.” (Pidato Cinta)
  2. “Masyarakat telah memberikan suara mereka, dan suara itu jelas-jelas mengatakan bahwa kita harus berjuang bersama untuk masa depan yang lebih baik.” (Pidato Pemilu)
  3. “Jangan tanya negara ini telah berbuat apa untukmu, tapi tanyakan apa yang telah kamu lakukan untuk negara ini.” (Pidato Kemerdekaan)
  4. “Kami hadir di sini untuk mengubah dunia, untuk memberikan makna baru pada hidup kita.” (Pidato Inspirasi)
  5. “Kamu akan merasa takut, kamu akan merasa lelah, kamu akan merasa sakit. Tapi jangan pernah menyerah, karena di situlah kamu akan menemukan kekuatanmu yang sebenarnya.” (Pidato Motivasi)
  6. “Kita harus berdiri bersama untuk menghadapi tantangan ini, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak bisa dihancurkan.” (Pidato Solidaritas)
  7. “Kita semua tahu bahwa hidup ini penuh dengan liku-liku dan tantangan yang tak terduga, tapi itulah yang membuat hidup begitu indah.” (Pidato Inspirasi Hidup)
  8. “Banyak orang mengatakan bahwa kegagalan adalah kunci menuju kesuksesan, tapi jangan lupa bahwa kesuksesan juga bisa menjadi kunci menuju kegagalan.” (Pidato tentang Keberhasilan)
  9. “Kita harus belajar dari masa lalu, hidup di masa sekarang, dan berharap untuk masa depan yang lebih baik.” (Pidato tentang Masa Depan)
  10. “Jangan pernah meremehkan kekuatan satu orang yang berdiri sendiri, karena ketika dia bergabung dengan orang-orang yang memiliki visi yang sama, itu bisa menjadi kekuatan yang tak terbendung.” (Pidato tentang Persatuan)

6. Majas Alegori dalam Novel

Contoh:

  1. “Animal Farm” karya George Orwell: Novel ini menggambarkan alegori tentang Revolusi Rusia dengan menggambarkan hewan-hewan yang mengambil alih peternakan mereka dari manusia, tetapi kemudian terjebak dalam sebuah rezim otoriter yang mirip dengan pemerintahan Tsar.
  2. “The Chronicles of Narnia” karya C.S. Lewis: Novel ini adalah alegori Kristen yang menggambarkan kisah sekelompok anak-anak yang masuk ke dalam sebuah dunia ajaib dan harus berjuang melawan kejahatan dengan bantuan Aslan, sang singa yang mewakili Kristus.
  3. “Lord of the Flies” karya William Golding: Novel ini menggambarkan alegori tentang sifat manusia yang jahat melalui kisah sekelompok anak-anak yang terdampar di sebuah pulau dan akhirnya jatuh ke dalam kekacauan dan kekerasan.
  4. “The Great Gatsby” karya F. Scott Fitzgerald: Novel ini menggambarkan alegori tentang masyarakat Amerika yang kaya selama tahun 1920-an, tetapi juga mengkritik korupsi dan kekosongan moral di balik kemewahan dan kesenangan yang mereka nikmati.
  5. “The Wizard of Oz” karya L. Frank Baum: Novel ini menggambarkan alegori tentang politik Amerika Serikat pada tahun 1900-an, dengan karakter seperti Scarecrow, Tin Man, dan Cowardly Lion yang mewakili petani, buruh, dan warga negara biasa yang diperjuangkan oleh partai Populist.
  6. “The Pilgrim’s Progress” karya John Bunyan: Novel ini adalah alegori Kristen klasik yang menggambarkan perjalanan seorang Kristen yang mencari kebenaran dan keselamatan melalui perjuangan dan godaan.
  7. “The Picture of Dorian Gray” karya Oscar Wilde: Novel ini menggambarkan alegori tentang sifat manusia yang jahat melalui kisah seorang pria tampan yang menjual jiwanya demi kecantikan dan kesenangan, tetapi akhirnya kehilangan kebahagiaannya.
  8. “The Lion, The Witch, and The Wardrobe” karya C.S. Lewis: Novel ini adalah alegori Kristen lainnya yang menggambarkan kisah sekelompok anak-anak yang harus mengalahkan Ratu Jadis, yang mewakili Setan, untuk membebaskan Narnia dari kegelapan dan memulihkan kekuasaan Aslan.
  9. “The Divine Comedy” karya Dante Alighieri: Novel ini adalah alegori Kristen epik yang menggambarkan perjalanan Dante melalui neraka, purgatorium, dan surga untuk menemukan keselamatan dan pencerahan.
  10. “Brave New World” karya Aldous Huxley: Novel ini menggambarkan alegori tentang masyarakat masa depan yang terobsesi dengan kesenangan, kepuasan dan pengekangan, tetapi juga kehilangan kebebasan, kebenaran dan kemanusiaannya.

7. Majas Metonimi dalam Artikel

Contoh:

  1. “Washington” digunakan sebagai pengganti pemerintah Amerika Serikat. Contoh: “Washington mengejar kebijakan luar negeri yang lebih agresif.”
  2. “Hollywood” digunakan sebagai pengganti industri film di Amerika Serikat. Contoh: “Hollywood memproduksi film-film blockbuster yang menghasilkan miliaran dolar setiap tahun.”
  3. “Kepala negara” digunakan sebagai pengganti negara itu sendiri. Contoh: “Kepala negara mengucapkan pidato kenegaraan yang mengajak semua warga untuk bersatu dalam membangun negeri.”
  4. “Saudara” digunakan sebagai pengganti orang yang memiliki hubungan keluarga dengan pembicara. Contoh: “Saudara-saudara sekalian, kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.”
  5. “Negeri” digunakan sebagai pengganti tanah air atau negara. Contoh: “Semua warga negeri harus turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di negara kita.”
  6. “Kursi” digunakan sebagai pengganti jabatan atau kekuasaan. Contoh: “Ia telah mencalonkan diri untuk merebut kursi kepala daerah.”
  7. “Bendera” digunakan sebagai pengganti negara atau kebanggaan nasional. Contoh: “Kita harus merah-putihkan negeri ini dengan semangat kebangsaan yang tinggi.”
  8. “Kanvas” digunakan sebagai pengganti lukisan. Contoh: “Seniman itu menghasilkan kanvas-kanvas yang indah dan penuh makna.”
  9. “Harta” digunakan sebagai pengganti kekayaan atau asset. Contoh: “Para investor berbondong-bondong untuk menanamkan harta mereka di sektor properti.”
  10. “Kepala pemerintahan” digunakan sebagai pengganti jabatan presiden atau perdana menteri. Contoh: “Kepala pemerintahan negara itu telah melakukan kunjungan resmi ke beberapa negara Asia Tenggara.”

Keindahan dan Fungsi Majas

Majas memberikan keindahan pada karya sastra dan membuatnya lebih menarik bagi pembaca atau pendengar. Majas juga berfungsi untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung dan lebih dalam. Dengan menggunakan majas, penulis dapat menyampaikan makna dengan cara yang lebih kreatif dan artistik.

Namun, penggunaan majas juga memerlukan keterampilan dan pemahaman yang baik tentang bahasa dan sastra. Jika penggunaannya tidak tepat, maka pesan yang disampaikan dapat menjadi kabur atau bahkan salah tafsir.

Kesimpulan

Majas adalah bentuk bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna secara tidak langsung dalam karya sastra. Terdapat berbagai macam jenis majas seperti majas simile, metafora, personifikasi, hiperbola, elipsis, alegori, dan metonimi. Majas memberikan keindahan pada karya sastra dan berfungsi untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung dan lebih dalam. Oleh karena itu, penggunaannya memerlukan keterampilan dan pemahaman yang baik tentang bahasa dan sastra.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments