Rangkuman Teknologi Minggu Ini, Spotify Naikkan Biaya Langganan dan Instagram Uji Coba Iklan yang Tak Bisa Dilewati

Dunia teknologi tidak pernah berhenti berinovasi dan menghadirkan berbagai perubahan yang menarik untuk diikuti. Minggu ini, kita melihat dua raksasa layanan digital, Spotify dan Instagram, mengumumkan perubahan yang cukup signifikan dalam layanan mereka. Spotify, platform streaming musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, mengumumkan peningkatan biaya langganan mereka. Sementara itu, Instagram, jaringan sosial yang populer dengan fitur visualnya, mulai menguji coba format iklan baru yang tidak bisa dilewati oleh penggunanya. Kedua perubahan ini tentunya menimbulkan berbagai reaksi dari pengguna.

Spotify Mencari Cara Untuk Meningkatkan Pendapatan

Spotify, yang telah lama dikenal dengan model langganan premiumnya yang terjangkau, tampaknya sedang mencari cara untuk meningkatkan pendapatan mereka. Peningkatan biaya langganan ini diumumkan akan berlaku dalam beberapa bulan mendatang dan akan mempengaruhi semua level langganan yang ditawarkan oleh Spotify. Meskipun kenaikan harga ini tidak terlalu signifikan, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hal ini akan mempengaruhi jumlah pelanggan mereka. Apakah pengguna akan tetap setia pada layanan ini atau beralih ke platform lain yang lebih murah?

Spotify Meningkatkan Biaya Langganan

Spotify mengumumkan bahwa mulai bulan depan, harga paket premium akan menjadi $11,99 per bulan atau sekitar Rp194 ribu, naik dari sebelumnya $10,99 atau sekitar Rp178 ribu. Selain itu, harga paket Duo juga mengalami kenaikan menjadi $16,99 atau sekitar Rp275 ribu untuk dua pengguna. Meskipun demikian, Spotify masih menawarkan berbagai paket langganan dengan harga yang berbeda, termasuk paket Family dan Student.

Langkah Berani Dari Instagram

Di sisi lain, Instagram yang selama ini dikenal dengan pengalaman pengguna yang lancar dan bebas gangguan, kini mulai menguji coba iklan yang tidak bisa dilewati. Format iklan ini, yang serupa dengan yang ditemukan di YouTube, memaksa pengguna untuk menonton iklan selama beberapa detik sebelum mereka dapat melanjutkan menggunakan aplikasi. Ini adalah langkah yang berani dari Instagram, mengingat bahwa salah satu daya tarik utama platform ini adalah kemudahan dan kecepatan dalam mengakses konten.

Instagram Uji Coba Iklan yang Tidak Bisa Disetop/Dilewati

Instagram telah melakukan uji coba fitur iklan yang tidak dapat dilewatkan (skip). Saat ini, iklan di Instagram dapat dilewati baik di fitur story maupun beranda. Dengan metode iklan yang tak bisa dilewati langsung ini, pengguna harus menunggu hingga pemutaran iklan selesai sebelum melanjutkan menjelajah feed Instagram. Fitur ini pertama kali ditemukan oleh pengguna Instagram, Dan Levy, yang mengunggah tangkapan layar pengujian tersebut melalui Twitter. Beberapa pengguna menganggapnya sebagai langkah yang kontroversial.

Reaksi dan Pertanyaan Pengguna Instagram

Sebuah postingan lanjutan di Reddit mengklarifikasi bahwa jika Kamu mengeklik ikon info di sebelah jeda iklan untuk mempelajari lebih lanjut, Kamu akan melihat pesan yang berbunyi: “Kamu melihat jeda iklan. Jeda iklan adalah cara baru untuk melihat iklan di Instagram. Terkadang Kamu mungkin perlu melihat iklan sebelum melanjutkan penjelajahan.”

Komentar lain mengonfirmasi bahwa mereka juga pernah melihat fitur tersebut. Namun sebagian besar reaksi negatif. Beberapa orang mengancam akan menutup Instagram jika mereka menemukan “jeda iklan” seperti ini, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka akan berhenti menggunakan aplikasi ini sepenuhnya. Selain itu, para komentator mempertanyakan apakah keputusan ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan keterlibatan pada iklan, dengan mengorbankan pengalaman konsumen.

Kesimpulan

Kedua perubahan ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi terus mencari cara untuk mengoptimalkan pendapatan mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun perubahan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan ini mempertimbangkan pengalaman pengguna dalam strategi bisnis mereka. Apakah kepuasan pengguna masih menjadi prioritas, ataukah pendapatan menjadi fokus utama?

Pertanyaan-pertanyaan ini dan banyak lagi akan terus menjadi topik diskusi di antara pengguna dan pengamat industri. Bagaimana pendapatmu tentang perubahan ini? Apakah Kamu bersedia membayar lebih untuk layanan yang sama? Dan apakah Kamu akan tetap menggunakan Instagram meskipun harus menonton iklan yang tidak bisa dilewati? Berbagilah pendapatmu dan mari kita diskusikan bersama.

Dengan perubahan ini, pengguna Spotify perlu mempertimbangkan kembali biaya langganan mereka, sementara pengguna Instagram harus beradaptasi dengan iklan yang tidak bisa dilewatkan. Semoga informasi ini membantu kamu memahami perubahan terbaru di kedua platform tersebut!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments