Mengenal Budaya Politik Partisipan

Halo sobat Diringkas! Apakah kamu tahu apa itu budaya politik partisipan? Budaya politik partisipan adalah salah satu tipe budaya politik yang ada di dunia, termasuk di Indonesia. Budaya politik partisipan adalah suatu yang dilihat dengan adanya kesadaran politik yang relatif tinggi di kalangan masyarakat.

Masyarakat yang memiliki budaya politik partisipan tidak hanya sekadar mengetahui tentang politik, tetapi juga aktif dalam berpartisipasi dalam proses politik, baik dalam pemilihan pemimpin, penyampaian aspirasi, pengawasan kebijakan, maupun penyelesaian masalah politik.

Mengenal Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipan sangat penting untuk mendukung demokrasi dan pembangunan nasional, karena masyarakat dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam menentukan arah dan tujuan negara. Namun, juga memiliki tantangan dan risiko, seperti mudah dipengaruhi oleh isu-isu politik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Nah, untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri dan contoh berikut ini!

Pengertian Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipan adalah suatu prinsip bahwa warga negara yang diorientasikan untuk memiliki kesadaran berpolitik. Mereka harus tahu bahwa setiap warga negara merupakan bagian dari proses politik dalam pemerintahan mulai dari seluruh sistem hingga administrasi.

Masyarakat dengan budaya politik ini memiliki partisipasi dalam politik yang sangat tinggi, meski dalam peran yang paling kecil sekalipun. Karakteristik warga negara dengan politik ini adalah masyarakat yang aktif dalam kehidupan politik negara.

Masyarakat juga dapat menolak atau menerima kebijakan yang dibuat pemerintah dengan alasan yang jelas. Meski demikian budaya politik ini memiliki kekurangan, yaitu mudah diarahkan untuk memihak satu sisi saja.

Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan

Berdasarkan sumber-sumber yang kami rangkum dari internet, berikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari budaya politik partisipan:

  • Masyarakat memiliki pengetahuan tentang politik yang sangat baik. Pengetahuan ini terjadi akibat dari kemajuan teknologi yang memudahkan penyebaran berita dan informasi. Selain itu pendidikan masyarakat sudah cukup untuk mencerna semua informasi politik yang ada. Masyarakat memiliki keterbukaan dan toleransi yang cukup tinggi terhadap hal-hal baru yang masuk.
  • Kesadaran politik yang tinggi dalam masyarakat dapat mempengaruhi kebijakan. Masyarakat akan lebih aktif sehingga dapat mempengaruhi kebijakan yang akan diterbitkan. Mereka juga mengetahui bagaimana cara untuk menyalurkan aspirasi yang benar.
  • Kontrol politik aktif dilakukan oleh masyarakat karena memiliki kesadaran politik yang tinggi masyarakat memiliki kontrol politik. Mereka akan mengawasi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
  • Warga peka pada masalah politik. Ciri lain adalah warga negara juga menjadi sangat peka dengan masalah-masalah politik yang terjadi di negaranya. Kepekaan ini membuat mereka dapat memutuskan tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Isu politik dapat dinilai warga negara dengan baik. Sebuah isu politik yang telah sampai ke masyarakat akan menimbulkan tindakan yang tidak terduga. Hal ini sebagai respon yang diberikan terkait masalah dalam politik suatu negara.
  • Masyarakat paham tentang warga negara yang baik. Hampir semua masyarakat memahami hak dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai seorang warga negara yang baik. Masyarakat mengetahui hak, kewajiban, fungsi dan kebijakan pemerintah dalam lembaga negara yang berkuasa.
  • Masyarakat patuh peraturan. Masyarakat cenderung mematuhi peraturan yang berlaku karena memahami bahwa peraturan dibuat untuk kepentingan semua lapisan masyarakat.

Contoh Kasus

Untuk memberikan gambaran lebih konkret tentang budaya politik partisipan, berikut adalah beberapa contoh kasus yang terjadi di Indonesia:

Pemilu dan Pilkada.

Mengenal Budaya Politik Partisipan 2

Pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah salah satu bentuk partisipasi politik yang paling nyata di Indonesia. Masyarakat dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih calon presiden, wakil presiden, anggota legislatif, gubernur, bupati, atau walikota sesuai dengan preferensinya. Selain itu, masyarakat juga dapat mengawasi jalannya pemilu dan pilkada agar berlangsung jujur, adil, dan demokratis.

Aksi Demonstrasi.

Mengenal Budaya Politik Partisipan 3

Aksi demonstrasi adalah salah satu cara masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, atau tuntutan kepada pemerintah terkait dengan isu-isu politik yang sedang hangat. Contohnya adalah aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, menuntut penegakan hukum kasus korupsi, atau mendukung reformasi agraria.

Organisasi Kemasyarakatan.

Mengenal Budaya Politik Partisipan 4

Organisasi kemasyarakatan (ormas) adalah salah satu wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik melalui kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, atau lainnya. Ormas dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyuarakan kepentingan masyarakat dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Contohnya adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Kompasiana, Greenpeace, atau Transparency International.

Media Sosial.

Mengenal Budaya Politik Partisipan 5

Media sosial adalah salah satu sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan sesama warga negara maupun dengan pemerintah terkait dengan isu-isu politik. Media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan informasi, opini, atau fakta tentang politik. Media sosial juga dapat digunakan untuk menggalang dukungan, solidaritas, atau gerakan politik tertentu. Contohnya adalah Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, atau TikTok.

Kesimpulan

Budaya politik partisipan adalah suatu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran dan partisipasi politik yang tinggi di kalangan masyarakat. Budaya politik partisipan sangat mendukung demokrasi dan pembangunan nasional, tetapi juga memiliki tantangan dan risiko yang harus diwaspadai.

Budaya politik partisipan memiliki beberapa ciri-ciri umum, seperti pengetahuan politik yang baik, pengaruh terhadap kebijakan, kontrol politik aktif, kepekaan terhadap masalah politik, pemahaman tentang warga negara yang baik, dan ketaatan terhadap peraturan.

Budaya politik partisipan dapat dilihat dari beberapa contoh kasus di Indonesia, seperti pemilu dan pilkada, aksi demonstrasi, organisasi kemasyarakatan, dan media sosial.

Demikian artikel kami tentang budaya politik partisipan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang politik di Indonesia. Jika kamu memiliki pertanyaan atau komentar seputar artikel ini, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments