Main Game di Linux? Bisa Banget, Ini Dia Caranya!

Halo, sobat Diringkas! Apakah kamu termasuk pengguna sistem operasi Linux? Jika iya, mungkin kamu pernah merasa kesulitan untuk main game di Linux. Pasalnya, kebanyakan game yang ada di pasaran lebih ditujukan untuk sistem operasi Windows atau MacOS. Lalu, bagaimana cara main game di Linux?

Tenang, sobat Diringkas. Ternyata, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk main game di Linux dengan mudah dan nyaman. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap untuk main game di Linux menggunakan beberapa metode yang berbeda. Yuk, simak ulasannya!

Metode 1: Menggunakan Steam

Salah satu cara paling populer untuk main game di Linux adalah menggunakan Steam, platform distribusi digital game terbesar di dunia. Steam memiliki fitur bernama Steam Play, yang memungkinkan kamu untuk menjalankan game yang sebenarnya ditujukan untuk Windows di Linux.

Steam Play menggunakan teknologi bernama Proton, yang merupakan kombinasi dari beberapa perangkat lunak seperti Wine, DXVK, dan lain-lain. Proton bertugas untuk mengubah panggilan API (application programming interface) dari Windows menjadi panggilan API dari Linux. Dengan begitu, game yang seharusnya tidak bisa berjalan di Linux bisa berjalan dengan lancar.

Untuk menggunakan Steam Play, kamu harus menginstal Steam terlebih dahulu di Linux kamu. Kamu bisa mengunduhnya dari situs resmi Steam atau dari repositori distro Linux kamu. Setelah itu, kamu harus mengaktifkan fitur Steam Play di pengaturan Steam. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Buka Steam dan klik menu Steam di pojok kiri atas.
  • Pilih Settings dan klik tab Steam Play.
  • Centang Enable Steam Play for supported titles untuk menjalankan game yang sudah terverifikasi kompatibel dengan Proton.
  • Centang Enable Steam Play for all other titles untuk menjalankan game yang belum terverifikasi kompatibel dengan Proton.
  • Klik Restart Steam untuk menerapkan perubahan.

Setelah itu, kamu bisa mencari game yang ingin kamu mainkan di toko Steam dan menginstalnya seperti biasa. Jika game tersebut mendukung Steam Play, akan ada logo Steam Play di halaman produknya. Jika tidak, kamu bisa mencoba menjalankannya dengan risiko mungkin mengalami masalah teknis.

Untuk mengetahui seberapa baik game tersebut berjalan di Linux dengan Proton, kamu bisa mengunjungi situs ProtonDB, yang merupakan basis data komunitas tentang kompatibilitas game dengan Proton. Di sana, kamu bisa melihat rating, ulasan, dan tips dari pengguna lain yang sudah mencoba game tersebut.

Metode 2: Menggunakan Lutris

Metode lain yang bisa kamu gunakan untuk main game di Linux adalah menggunakan Lutris, sebuah manajer permainan sumber terbuka yang mendukung berbagai jenis permainan. Lutris memungkinkan kamu untuk menginstal dan menjalankan game dari berbagai sumber, seperti Steam, GOG, Origin, Epic Games Store, dan lain-lain.

Lutris juga menggunakan Wine dan DXVK sebagai salah satu komponennya, tetapi Lutris lebih fleksibel dalam hal konfigurasi dan optimisasi. Kamu bisa mengubah berbagai pengaturan Wine dan DXVK sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kamu. Selain itu, Lutris juga memiliki fitur bernama runners, yang merupakan perangkat lunak tambahan yang dibutuhkan untuk menjalankan jenis permainan tertentu.

Untuk menggunakan Lutris, kamu harus menginstal Lutris terlebih dahulu di Linux kamu. Kamu bisa mengunduhnya dari situs resmi Lutris atau dari repositori distro Linux kamu. Setelah itu, kamu harus membuat akun Lutris dan masuk ke aplikasinya. Kemudian, kamu bisa mencari game yang ingin kamu mainkan di situs Lutris.net, yang merupakan basis data komunitas tentang skrip instalasi game dengan Lutris.

Di situs tersebut, kamu bisa melihat informasi tentang game, seperti sumber, runner, dan rating. Jika kamu menemukan game yang kamu inginkan, kamu bisa mengklik tombol Install dan mengikuti petunjuknya. Setelah game terinstal, kamu bisa menjalankannya dari aplikasi Lutris.

Metode 3: Menggunakan Emulator

Metode terakhir yang bisa kamu gunakan untuk main game di Linux adalah menggunakan emulator, yaitu perangkat lunak yang meniru fungsi sistem lain. Dengan emulator, kamu bisa main game yang sebenarnya ditujukan untuk konsol atau perangkat lain di Linux.

Ada banyak emulator yang tersedia untuk Linux, tergantung dari jenis konsol atau perangkat yang ingin kamu emulasi. Beberapa contoh emulator yang populer adalah:

  • Dolphin, emulator untuk Nintendo GameCube dan Wii.
  • PCSX2, emulator untuk PlayStation 2.
  • RetroArch, emulator multi-sistem yang mendukung berbagai konsol klasik.

Untuk menggunakan emulator, kamu harus menginstal emulator terlebih dahulu di Linux kamu. Kamu bisa mengunduhnya dari situs resmi emulator atau dari repositori distro Linux kamu. Setelah itu, kamu harus memiliki file ROM atau ISO dari game yang ingin kamu mainkan. File tersebut bisa didapatkan dari media fisik atau dari situs unduhan (dengan catatan memiliki hak legal untuk melakukannya).

Kemudian, kamu harus membuka emulator dan memilih file ROM atau ISO tersebut. Emulator akan menjalankan game tersebut dan menampilkan tampilan dan suara dari game tersebut. Kamu bisa mengubah berbagai pengaturan emulator sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kamu, seperti resolusi, kontrol, dan lain-lain.

Kesimpulan

Itulah tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk main game di Linux. Dengan cara-cara tersebut, kamu tidak perlu khawatir lagi kehilangan kesempatan untuk main game favorit kamu hanya karena menggunakan sistem operasi Linux. Kamu bisa menikmati berbagai game dengan kualitas dan performa yang baik di Linux.

Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif untuk sobat Diringkas. Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau pengalaman terkait dengan topik artikel ini, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments