Deretan Kontroversi Facebook dari Dulu Hingga Sekarang yang Bikin Heboh Netizen

Halo sobat Diringkas! Apakah kalian pengguna setia Facebook? Media sosial yang satu ini memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, tahukah kalian bahwa Facebook juga sering terlibat dalam berbagai kontroversi yang menghebohkan dunia maya? Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa kontroversi Facebook yang pernah terjadi dari masa ke masa, mulai dari skandal data, sensor konten, hingga perang antara Mark Zuckerberg dan Elon Musk. Yuk, simak ulasannya!

Skandal Data Cambridge Analytica

Salah satu kontroversi Facebook yang paling besar dan berdampak adalah skandal data Cambridge Analytica. Skandal ini terjadi pada tahun 2018, ketika terungkap bahwa sebuah perusahaan konsultan politik bernama Cambridge Analytica telah mengumpulkan data pribadi dari sekitar 87 juta pengguna Facebook tanpa izin mereka. Data tersebut kemudian digunakan untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 dan referendum Brexit di Inggris.

Skandal ini menimbulkan banyak kritik dan protes dari publik, pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia. Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook pun harus meminta maaf secara terbuka dan menghadapi pemeriksaan dari Kongres AS dan Parlemen Eropa. Facebook juga dikenakan denda sebesar $5 miliar oleh Federal Trade Commission (FTC) AS karena melanggar kesepakatan privasi dengan penggunanya.

Sensor Konten

Kontroversi lain yang sering menimpa Facebook adalah sensor konten. Banyak pengguna yang merasa bahwa Facebook terlalu sewenang-wenang dalam menentukan apa yang boleh dan tidak boleh diposting di platformnya. Beberapa contoh kasus sensor konten yang pernah terjadi antara lain:

  • Pada tahun 2016, Facebook menghapus foto seorang gadis Vietnam yang berlari telanjang setelah diserang dengan napalm pada Perang Vietnam. Foto tersebut dianggap melanggar standar komunitas Facebook tentang ketelanjangan. Namun, setelah mendapat protes dari banyak pihak, termasuk Perdana Menteri Norwegia, Facebook mengembalikan foto tersebut dan mengakui bahwa foto tersebut memiliki nilai sejarah dan berita yang penting.
  • Pada tahun 2017, Facebook menghapus video seorang aktivis Palestina yang mengkritik Israel atas penembakan terhadap anak-anak Palestina. Video tersebut dianggap melanggar standar komunitas Facebook tentang ujaran kebencian. Namun, setelah mendapat tekanan dari kelompok hak asasi manusia, Facebook mengembalikan video tersebut dan meminta maaf atas kesalahannya.
  • Pada tahun 2020, Facebook memutuskan untuk melarang semua konten yang berkaitan dengan QAnon, sebuah teori konspirasi sayap kanan yang mendukung Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah Facebook menyadari bahwa QAnon telah menyebarkan desinformasi dan kekerasan di platformnya. Namun, banyak pengikut QAnon yang merasa bahwa Facebook telah melakukan sensor politik dan melanggar kebebasan berbicara mereka.

Perang antara Mark Zuckerberg dan Elon Musk

Kontroversi Facebook yang cukup unik adalah perang antara Mark Zuckerberg dan Elon Musk. Kedua tokoh teknologi ini memiliki pandangan yang berbeda tentang kecerdasan buatan (AI). Zuckerberg percaya bahwa AI akan membawa banyak manfaat bagi manusia dan harus didukung. Musk khawatir bahwa AI akan menjadi ancaman bagi manusia dan harus diatur dengan ketat.

Perang antara keduanya dimulai pada tahun 2017, ketika Musk mengkritik Zuckerberg karena tidak mengerti tentang AI. Zuckerberg balik mengejek Musk karena menakut-nakuti orang dengan skenario AI yang mengerikan. Sejak itu, keduanya sering saling sindir dan berdebat di media sosial maupun media massa.

Salah satu contoh perang antara keduanya adalah ketika Facebook meluncurkan satelit internetnya pada tahun 2019. Satelit tersebut menggunakan roket SpaceX milik Musk untuk diluncurkan ke orbit. Namun, roket tersebut meledak saat peluncuran dan menghancurkan satelit Facebook. Zuckerberg pun mengekspresikan kekecewaannya di Facebook dan menyebut kejadian tersebut sebagai “kerugian besar”. Musk pun merespons dengan menulis di Twitter bahwa ia sudah mencoba menghubungi Zuckerberg tapi tidak berhasil. Ia juga menambahkan emoji mata yang tertutup, yang bisa diartikan sebagai sindiran bahwa Zuckerberg buta terhadap bahaya AI.

Konklusi

Itulah tadi beberapa kontroversi Facebook yang pernah terjadi dari dulu hingga sekarang. Kontroversi-kontroversi tersebut menunjukkan bahwa Facebook bukanlah media sosial yang sempurna dan tidak lepas dari masalah. Namun, Facebook juga tetap menjadi platform yang populer dan berpengaruh di dunia maya. Bagaimana pendapat sobat Diringkas tentang kontroversi Facebook? Apakah kalian masih setia menggunakan Facebook atau sudah beralih ke media sosial lain? Tulis komentar kalian di bawah ini ya!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments