Hewan Siamang, Spesialis Akrobat yang Hobi Menggericau

Halo sobat Diringkas! Apakah kalian pernah mendengar suara yang sangat nyaring dari hutan? Bisa jadi itu adalah suara dari hewan siamang, primata berbulu hitam yang sangat lincah dan pandai berakrobat di pepohonan. Siamang adalah salah satu jenis owa atau gibbon yang hidup di Asia Tenggara, terutama di Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Siamang memiliki banyak keunikan dan keistimewaan yang membuatnya berbeda dari kera lainnya. Yuk, kita simak lebih lanjut tentang siamang dalam artikel ini!

Hewan Siamang, Spesialis Akrobat yang Hobi Menggericau

Mengenal Hewan Siamang Lebih Dekat

Siamang memiliki nama ilmiah Symphalangus syndactylus, yang berarti “bersama jari”. Nama ini mengacu pada ciri khas siamang yang memiliki anyaman antara jari kedua dan ketiga pada kaki depannya. Anyaman ini membantu siamang untuk bergerak cepat dan stabil di atas pohon-pohon. Siamang juga memiliki lengan yang sangat panjang, sekitar 2,5 kali panjang tubuhnya. Lengan ini digunakan untuk mengayun dari ranting ke ranting dengan gaya yang disebut brachiating. Siamang bisa mencapai kecepatan hingga 55 km/jam saat brachiating!

Siamang memiliki tubuh yang besar dan berat untuk ukuran owa. Berat badannya bisa mencapai 12-16 kg, dan panjang tubuhnya sekitar 70-90 cm. Siamang tidak memiliki ekor dan postur tubuhnya kurang tegak. Bulunya berwarna hitam dengan sedikit cokelat kemerahan. Wajahnya besar dengan mata gelap dan hidung kecil. Di atas bibirnya tumbuh kumis tipis dan di sekitar mulut dan dagunya berwarna abu-abu atau merah muda.

Salah satu ciri paling menonjol dari siamang adalah adanya kantung di tenggorokannya yang disebut kantung gular. Kantung ini bisa mengembang hingga sebesar kepala siamang dan berfungsi sebagai kotak suara untuk memperkeras vokalisasi siamang. Suara siamang sangat keras dan nyaring, bisa terdengar hingga jarak 6,5 km! Suara siamang digunakan untuk berkomunikasi dengan pasangan atau kelompoknya, menandai wilayah teritorialnya, atau mengusir predator.

Kebiasaan dan Perilaku Hewan Siamang

Hewan Siamang, Spesialis Akrobat yang Hobi Menggericau 2

Siamang adalah hewan yang aktif pada siang hari (diurnal) dan hidup di pepohonan (arboreal). Mereka bersosialisasi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari dua sampai tiga ekor siamang. Biasanya, kelompok ini terdiri dari sepasang siamang dewasa dan anak-anaknya. Siamang monogami, artinya mereka setia dengan pasangan mereka seumur hidup. Mereka juga sangat peduli dengan anak-anaknya dan sering terlihat berpelukan atau berciuman.

Siamang tidak memiliki tempat khusus untuk tidur. Mereka hanya tidur sendiri atau dengan beberapa ekor siamang di celah antara cabang pada pepohonan. Mereka tidur dengan posisi tegak, bersandar pada bantalan keras yang terletak di ujung belakang mereka. Bantalan ini disebut ischial callosities.

Siamang adalah hewan omnivora, artinya mereka memakan segala jenis makanan. Sekitar 75% makanan mereka adalah buah-buahan, sisanya adalah daun-daun, bunga-bunga, biji-bijian, dan kulit kayu. Mereka juga memakan laba-laba, serangga, telur burung, atau bahkan anak burung jika ada kesempatan. Siamang tidak bisa berenang dan takut air. Mereka minum air dengan cara mencelupkan kaki depannya ke dalam air atau menggosok tangan pada daun yang basah dan menghisap air pada bulu kakinya.

Ancaman dan Konservasi Hewan Siamang

Siamang merupakan hewan yang terancam punah karena kehilangan habitat akibat perambahan hutan, pembalakan liar, perkebunan, pertambangan, dan pembangunan. Selain itu, siamang juga menjadi sasaran perburuan untuk dijadikan bahan obat tradisional, hewan peliharaan, atau hiburan. Populasi siamang diperkirakan menurun hingga 50% dalam 45 tahun terakhir.

Untuk melindungi siamang dari kepunahan, perlu adanya upaya konservasi yang serius dan berkelanjutan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Melindungi habitat siamang dari kerusakan dan konversi.
  • Menegakkan hukum yang melarang perburuan dan perdagangan siamang.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan siamang dan manfaatnya bagi ekosistem.
  • Melakukan penelitian dan pemantauan tentang status dan perilaku siamang.
  • Mendukung program rehabilitasi dan pelepasliaran siamang yang terluka atau diselamatkan.

Kesimpulan

Siamang adalah hewan yang aktif pada siang hari (diurnal) dan hidup di pepohonan (arboreal). Siamang juga merupakan hewan yang terancam punah karena kehilangan habitat akibat perambahan hutan, pembalakan liar, perkebunan, pertambangan, dan pembangunan. Sekitar 75% makanan mereka adalah buah-buahan, sisanya adalah daun-daun, bunga-bunga, biji-bijian, dan kulit kayu. Selain itu, siamang juga menjadi sasaran perburuan untuk dijadikan bahan obat tradisional, hewan peliharaan, atau hiburan. Populasi siamang diperkirakan menurun hingga 50% dalam 45 tahun terakhir.

Demikianlah artikel tentang hewan siamang, spesialis akrobat yang hobi menggericau. Siamang adalah primata yang unik dan menarik, namun juga terancam punah. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian siamang dan habitatnya agar tetap bisa hidup harmonis dengan alam. Jika kalian memiliki pertanyaan atau feedback tentang artikel ini, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai habis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments