Cara Cepat Kenali Kepribadian Lawan Bicara

Kita sebagai makhluk sosial pasti butuh bersosialisasi dengan orang lain. Cara sederhana bersosialisasi adalah dengan berinteraksi. Dengan berinteraksi dan melihat respons lawan bicara, kita bisa tahu bagaimana kepribadian individu tersebut. Bagaimana jadinya jika ternyata ada cara cepat untuk mengetahui kepribadian lawan bicaramu? Simak baik-baik ya! 

Definisi Kepribadian

Para ahli mendefinisikan kepribadian sebagai berikut :

Theodore R Newcombe :

“Personality is an organization of attitudes that a person has as background of behavior.”

Kepribadian adalah organisasi / sekumpulan dari sikap-sikap (predispositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku atau tindakan sosial yang dilakukannya terhadap lingkungan sekitar. 

M.A.W Brouwer :

“Personality is a set of traits, behavior, and patterns that shape as individual’s thoughts, feelings, and actions”

Kepribadian adalah corak tingkah laku individu yang meliputi opini / pemikiran, perasaan, keinginan, dorongan, kekuatan dan perilaku seseorang.

Koentjaraningrat :

“Kepribadian adalah beberapa ciri watak yang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsukuen”

Kepribadian seseorang individu dapat terbentuk dalam bertingkah laku, sehingga individu memiliki identitas khusus yang berbeda dengan orang lain. Sehingga antar satu dan yang lainnya tidak akan bisa sama.

Sujanto :

“Kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang rumit dari seorang individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya”

Dari definisi para ahli tersebut, kepribadian dapat disimpulkan sebagai sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh seseorang yang mempengaruhi seseorang dalam berpikir, beropini, berperasaan dan bertindak. Kepribadian dapat diwujudkan dalam tingkah laku dan gestur seseorang. Dengan bersosial dan berinteraksi, antar individu akan dapat mengetahui kepribadian yang dimiliki oleh individu lain.

Dasar Terbentuknya Kepribadian

Kepribadian dapat menggambarkan seseorang secara keseluruhan dan utuh. Seperti contoh yang kita tahu, kepribadian ekstrovert dan introvert. Seseorang dengan kepribadian ekstrovert cenderung ahli dalam mengawali topik pembicaraan dengan orang lain. Pembawaanya ramah, fleksibel, supel, ceria dan menyenangkan. Orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung dikelilingi orang banyak karena berjiwa sosial tinggi. Energinya tidak akan habis jika berada di sekeliling orang banyak.

Sedangkan orang dengan kepribadian introvert justru sebaliknya. Mereka cenderung bisa memulai percakapan jika ada yang memulai lebih dulu. Karena tertutup dan tidak mudah membuka diri pada orang baru, pembawannya terkesan dingin dan cuek. Orang dengan kepribadian introvert cenderung memiliki beberapa teman dekat saja yang benar-benar dekat dengan mereka. Mereka tidak bisa berlama-lama di sekeliling orang banyak karena energi mereka dapat terkuras dengan cepat. Sebaliknya, mereka lebih sering menyendiri dan banyak berinteraksi dengan diri sendiri.

Namun sebenarnya bagaimana kepribadian dapat terbentuk? Apakah terbentuk secara tiba-tiba atau sudah terbentuk sejak lahir? Berikut dua faktor terbentuknya kepribadian, yaitu melalui pewarisan oleh faktor genotip dan fenotip.  

Faktor Genotip

Faktor genotip adalah faktor pewarisan yang diturunkan dari orang tua melalui gen dan merupakan bawaan dari lahir. Setiap anak pasti memiliki kemiripan dengan orang tuanya. Hal ini dikarenakan DNA anak mengandung DNA kedua orang tuanya melalui persilangan secara biologis. Sebagai contoh, genetik seorang ayah seperti tinggi badan, bentuk gigi, lesung pipi dan sidik jari akan diwariskan ke anaknya. Sedangkan seorang ibu akan mewariskan ciri genetik seperti warna mata dan rambut, gaya tidur, kecerdasan, dan tipe metabolisme tubuh.

Faktor Fenotip

Sedikit berbeda dengan faktor genotip, faktor fenotip merupakan faktor pewarisan genetik yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Sebagai contoh, orang tua dengan kulit berwarna cerah akan mewariskan warna kulit serupa kepada anaknya. Namun karena bertempat tinggal di lingkungan dengan area panas, lama kelamaan warna kulit anak akan menggelap. Lalu bagaimana faktor fenotip ini berpengaruh pada kepribadian?

Pola Asuh

Kepribadian secara genetik yang banyak diturunkan oleh ibu dapat berubah dan menyesuaikan dengan pola asuh sang anak tersebut. Contohnya, meski seorang anak mewarisi perasaan lemah lembut sang ibu, ketika diasuh dengan pola asuh yang cukup keras dan tegas, akibatnya anak tersebut akan cenderung keras dan tegas dalam hampir semua perilaku dan pengambilan keputusannya. Hal ini bisa dikondisikan selama kedua orang tua mampu mengelola tipe parenting yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian sang anak.

Budaya 

Perbedaan wilayah mempengaruhi adat istiadat dan budaya suatu wilayah. Pembentukan kepribadian dapat sangat dipengaruhi oleh budaya tempat sang anak tinggal. Hal ini tidak hanya mempengaruhi pemahaman norma budaya sang anak, namun juga mempengaruhi mindset sang anak. Dari sinilah kepribadian akan terbentuk. 

Cara Mengetahui Kepribadian Lawan Bicara

Kepbriadian merupakan hal yang kompleks bagi setiap individu. Tidak hanya faktor genetik, namun lingkungan tempat seseorang tinggal, tumbuh dan berkembang sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian. Untuk itu, background seseorang perlu ditelisik dan dimaknai lebih dalam untuk mengetahui kepribadian orang tersebut secara pasti. Namun jika diterapkan dalam lingkungan kerja atau lingkungan sosial, tentu hal ini cukup membuang waktu karena butuh riset mendalam tentang seseorang. Untungnya dalam dunia psikologi ada cara untuk mengetahui ‘sedikit’ kepribadian seseorang melalui gestur, gerak-gerik atau bahasa tubuh. 

Bahasa tubuh merupakan salah satu wujud ekspresi seseorang yang merupakan bahasa komunikasi non verbal dan dimunculkan dari gejala psikis. Jika bahasa tubuh itu terjadi secara berulang dan menetap, dapat menyimpulkan ‘sedikit’ kepribadian seseorang. Gunanya mempelajari hal ini adalah untuk kebutuhan berkomunikasi dan membentuk hubungan sosial. Dengan memberikan respons komunikasi dan perilaku sosial yang tepat pada lawan bicara, hubungan sosial yang baik dapat terbentuk. Selain itu, pembacaan kepribadian lewat bahasa tubuh sangat diperlukan di lingkungan kerja. 

Pembacaan bahasa tubuh sebagai representasi kepribadian dapat dikategorikan sebagai berikut : 

Gerakan Kepala

Gerakan kepala dapat memberikan beberapa isyarat tersirat sebagai berikut : 

Kepala Menunduk 

Kepala sering mendunduk, artinya orang tersebut sedang butuh waktu untuk berpikir. Namun jika seseorang terlalu intens menundukkan kepalanya, dapat diartikan bahwa ia memiliki kepercayaan diri yang rendah.

Arah Kepala Tidak Fokus

Kepala yang intens mengarah ke titik selain lawan bicara menandakan pemahaman yang tidak sejalan. Gerakan gelengan ke kanan atau kiri seperti mematahkan leher yang intens dapat berarti orang tersebut ingin menanggapi lawan bicara dan mudah bosan atau jenuh untuk berkomunikasi dalam waktu lama.

Arah Kepala ke Atas 

Seseorang yang sering mengarahkan kepalanya ke atas menandakan bahwa orang tersebut adalah tipe orang yang butuh waktu lama untuk memahami sesuatu. Ini juga dapat diartikan bahwa orang tersebut memiliki kepercayaan diri yang baik dan memiliki power dalam suatu lingkup sosial.

Arah Kepala Fokus

Sikap ini menandakan bahwa orang tersebut cenderung tenang, berani dan berwibawa. Kemampuan mencerna informasinya juga bagus.

Pandangan Mata

Arah pandangan dapat memberikan beberapa isyarat tersirat mengenai kepribadian sebagai berikut:

Pandangan Mata Fokus

Seseorang dengan tatapan mata seperti ini ketika berbicara menandakan orang tersebut memiliki kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Kepribadiannya mungkin bersifat empatik, mudah menghargai dan menghormati dan terampil berkomunikasi dengan orang lain.

Pandangan Mata Tidak Fokus 

Seseorang dengan arah pandangan mata yang tidak fokus bisa saja menandakan orang tersebut sedang tidak dalam kondisi fisik yang sehat atau secara psikis memang emosi orang tersebut labil dan mudah berubah dalam waktu singkat. Emosi yang tidak stabil itu dapat berupa mudah gugup (nervous). Tidak sedikit juga, orang dengan arah pandangan mata seperti ini agak sulit dipercaya.

Pandangan Mata Menyipit 

Seseorang dengan pandangan mata seperti ini biasanya mudah curiga dan tidak mudah percaya. Orang tersebut juga cenderung berpikir atas dasar prasangka dan bersifat subyektif. Ada kalanya orang tersebut akan cukup arogan, egois, angkuh dan kaku terhadap prinsip pribadi dan tidak suka dikalahkan. 

Gerakan Tangan

Gerakan tangan saat duduk dan berbicara dapat memberikan beberapa isyarat tersirat mengenai kepribadian sebagai berikut :

Tangan Membentuk Menara

Membentuk menara artinya ujung-ujung jari tangan kanan dan kiri menyatu dalam keadaan terbuka. Biasanya gerakan ini diposisikan di depan dada atau di bawah dagu. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Dua Tangan Saling Menggenggam 

Gerakan ini biasanya diterapkan dengan meletakkan tangan di atas meja atau pangkuan ketika duduk. Artinya, orang tersebut sedang mengisyaratkan pengharapan dan sedang berusaha mengurangi rasa khawatir. 

Tangan di Pangkuan 

Ketika seseorang meletakkan tangannya di pangkuan ketika duduk, artinya orang tersebut sedang kurang percaya diri dan gelisah. 

Bersedekap 

Jika seseorang cenderung bersedekap saat berbicara, artinya orang tersebut cenderung kaku pada prinsipnya sendiri dan cenderung mempertahankan pendapat dan argumennya. 

Itulah beberapa gerakan bahasa tubuh yang bisa memberi sedikit petunjuk tentang kepribadian lawan bicaramu. Apakah kamu akan mulai mengamati lawan bicaramu mulai sekarang? Adakah tanda-tanda atau gerak-gerik bahasa tubuh lainnya yang kamu ketahui? 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments